Ujung Penis Sensitif Bisa Sebabkan Pria Kehilangan Ereksi

Liputan6.com, Jakarta Ujung penis yang sensitif rupanya bisa menghalangi kehidupan seksual. Hal ini dapat membuat pria kehilangan ereksi, bahkan disfungsi ereksi–ketidakmampuan mencapai atau mempertahankan ereksi.

Menurut konsultan psikiater di rumah sakit Columbia Asia dan Confidence Clinic Gurgaon, Ashish Mittal, kondisi ujung penis yang sensitif juga dikenal sebagai balanitis. Balanitis merupakan infeksi seseorang merasa tidak nyaman di area sensitif tubuh, seperti ujung penis dan lipatan kulit yang menutupi ujung penis.

Dilansir dari NDTV, Jumat, 25 Januari 2019, balanitis dapat diobati dengan obat oles, yang menyasar kepala penis.

Ujung penis yang sensitif kemungkinan menimbulkan gejala kemerahan, nyeri, bengkak, gatal dari ujung penis. Membersihkan penis secara teratur penting. Lipatan kulit penis dapat memerangkap cairan, minyak, dan sel.

Simak video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Cara bersihkan penis dengan baik

Balanitis bisa menyebabkan disfungsi ereksi. (iStock)

Penyebab balanitis adalah genetika. Balanitis terjadi pada penis yang tidak disunat. Infeksi juga bisa menjadi alasan pria punya penis sensitif.

Perawatan ujung penis sensitif tergantung pada apa yang jadi penyebabnya. Membersihkan ujung penis secara teratur dengan sabun dan air bersih dapat membantu mengurangi sensitivitas.

Pada kasus yang lebih parah, ujung penis sensitif perlu ditangani dengan bantuan intervensi medis.

3 dari 3 halaman

Penyebab ujung penis sensitif

Penyebab ujung penis sensitif. (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Tidak menjaga kebersihan area dapat meningkatkan risiko infeksi. Bersihkan penis setiap kali Anda menggunakan kamar mandi.

Ashish Mittal menambahkan, tidak dapat mengontrol diabetes membuat ujung penis Anda sensitif. Hal ini juga dapat mengakibatkan efek samping dari obat-obatan yang diresepkan untuk diabetes tipe 2.

Ujung penis yang sensitif pun dapat disebabkan karena artritis reaktif yang memengaruhi sendi dan mata. Artritis reaktif adalah suatu kondisi yang dipicu oleh infeksi yang terjadi di tubuh–paling sering usus, alat kelamin atau saluran kemih.

Orang yang kelebihan berat badan dan penderita penyakit jantung, penyakit ginjal atau penyakit hati lebih rentan punya ujung penis yang sensitif.