Tips Buat Kamar Tidur yang Nyaman, Ini Saran Ahli Feng Shui

Liputan6.com, Jakarta Kamar tidur bisa dibilang menjadi salah satu “tempat sakral” yang ada di rumah. Karena itu, untuk mengatur agar tempat tersebut menjadi nyaman dan menyehatkan tentu tidak boleh sembarangan. Salah satunya, cobalah dengan feng shui.

Mengutip dari Everydayhealth.com pada Senin (7/1/2019), menurut filosofi feng shui, ada hubungan langsung antara ruangan dengan perasaan Anda yang ada di dalamnya.

“Ada konsep Cina bahwa semuanya diisi dengan chi atau dengan energi,” kata seorang arsitek di New York feng shui R.D. Chin. Dia mengatakan, yang penting adalah ruang terbuka untuk mendorong chi atau aliran energi positif.

Selain itu, Anda juga bisa mengisi ruangan dengan apa yang paling mendukung kehidupan. Perhatikan apakah ruangan tersebut membuat Anda merasa baik atau buruk ketika berada di dalamnya.

Untuk kamar tidur, Chin mengatakan tempat tersebut harus menjadi ruangan yang memulihkan energi Anda, serta tempat favorit untuk beristirahat di akhir hari yang panjang.

Dia merekomendasikan meniru tempat spa untuk kamar tidur. Misalnya dengan pencahayaan yang lembut, aromaterapi, tanaman, serta salt lamp dan penghalang suara.

“Ciptakan lingkungan yang sangat damai atau benar-benar memelihara jiwa Anda,” kata Chin.

Simak juga video menarik berikut ini:

Banyak orang yang belum mengetahui bahwa tas tangan yang sering dibawa sehari-hari ternyata memiliki nilai feng shui nya tersendiri.

Menguak Kepribadian Perempuan Penyuka Pakaian Warna Ungu

“Ungu juga mewakili kebijaksanaan dan spiritualitas. Sifatnya yang langka dan misterius mungkin menyebabkannya tampak terhubung dengan yang tidak diketahui, supernatural, dan keilahian,” kata Cherry.

Desainer grafis Jacci Howard Bear menulis dalam Lifewire bahwa ungu merupakan warna yang feminim. Senada dengan Cherry, warna ini secara tradisional terkait dengan kemewahan.

“Ini dipilih hampir secara eksklusif oleh wanita sebagai warna favorit oleh wanita dan tidak disukai oleh pria,” kata Howard Bear. Selain itu, warna ungu juga disebut sebagai warna yang spiritual, romantis, dan misterius.

Tidak hanya itu, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa warna ungu juga memiliki kaitannya dengan seks.

Dikutip dari mirror.co.uk, studi dari Littlewoods.com mengungkapkan, bahwa ungu adalah warna yang paling tepat bagi kamar tidur pasangan.

Ternyata Ukuran Penis Tidak Dipengaruhi Gaya Hidup

Liputan6.com, Jakarta Para ilmuwan tidak menemukan adanya pengaruh faktor kesehatan (penyakit) dan gaya hidup terhadap ukuran penis. Artinya, ukuran penis, baik kecil dan besar tidak terkait pola hidup, seperti merokok.

Berbagai faktor kesehatan dan gaya hidup, misal diabetes dan punya riwayat prostatektomi radikal (operasi pengangkatan kelenjar prostat) diteliti ilmuwan dari Tulane University School of Medicine di New Orleans, Los Angeles, University of California di Irvine in Orange, dan Mahidol University, Bangkok, Thailand.

“Dalam penelitian kami, faktor merokok, diabetes mellitus maupun prostatektomi radikal tidak memengaruhi ukuran penis. Faktor-faktor tersebut juga tidak dapat secara signifikan memprediksi panjang-kecil penis,” kata ilmuwan Faysal Yafi, dikutip dari Medical News Today, Senin, 7 Januari 2019.

Satu-satunya ukuran penis cenderung dipengaruhi usia. Perubahan fisiologis seiring bertambahnya usia menentukan ukuran penis.

Saksikan video menarik berikut ini:

Seorang pria asal Kanada menunjukkan bakat melukisnya menggunakan penis di atas panggung ajang pencarian bakat di Perancis.

5 Gaya Bercinta Andalan di Tahun Babi Tanah

Liputan6.com, Jakarta Gaya bercinta tertentu selalu mencuri perhatian setiap tahunnya. Mulai dari yang praktis hingga penuh tantangan semuanya memiliki daya tarik tersendiri. Lalu, gaya seks apa saja yang sudah Anda coba di tahun 2018?

Jika Anda tengah bosan dengan gaya bercinta yang itu-itu saja, berikut beberapa yang bisa dijajal . Ya, hitung-hitung untuk menambah bumbu asmara di Tahun Babi Tanah tahun ini.

Sespan

Bagi yang menyukai gaya bercinta 69, Anda patut menjajal gaya seks satu ini. Seperti gaya 69, hanya saja istri tak berada di atas tubuh pasangan, melainkan berada di sisi pasangan. Anda cukup berbaring miring dengan posisi kelapa berada di antara pangkal paha pasangan, begitu juga sebaliknya.

“Menjadi berdampingan bukan di atas satu sama lain tidak hanya membuatnya lebih mudah untuk bernapas, tetapi juga menghilangkan ketegangan pada leher Anda (gunakan bantal untuk kenyamanan ekstra) dan memungkinkan untuk menggabungkan tangan, karena Anda tidak akan butuh mereka untuk mendukung berat badan Anda, “Lisa Finn, terapis seks kepada laman Health.

Tarot Hari Ini: Nyatakan Cinta Setiap Saat

Liputan6.com, Jakarta Tarot Hari Ini Selasa, 8 Januari 2019

The Lovers

Nyatakanlah cinta setiap saat. Jadikan energi cinta sebagai kekuatan. Berikanlah cinta kepada semua makhluk, maka cinta juga akan kembali kepadamu. 

Cinta

Single: memberi tanpa berharap akan kembali. 

Couple: bersyukur atas anugerah cinta yang diterima. Jangan pernah mencari cinta dari orang lain, karena sesungguhnya cinta sudah ada di dalam dirimu. 

Keuangan

Mendapat kebahagiaan yang sesungguhnya. Ada kepuasan yang harus disyukuri. 

Kesehatan

Cukup fit untuk beraktivitas kembali setelah masa pemulihan dari sakit.

Keluarga

Bahagia penuh cinta, itu yang diharapkan. Harus ada usaha untuk mewujudkan. 

Konsultasi pribadi Dewi Tarot: 082242056585

Hindari Mengatakan Kanker Tak Bisa Disembuhkan

Keluarga Anda yang mungkin saat ini hidup dengan kanker pun bisa sembuh, asal semua prosedur yang sudah dianjurkan dokter diikuti.

“Untuk mencapai tahap (sembuh) itu, pertama harus diobati. Dikemoterapi itu sudah pasti, tidak mungkin enggak. Kalau tempatnya sulit atau berada di satu titik saja, akan disinar di tempat itu saja,” katanya. Setelah semua prosedur dilakukan dengan teratur, dokter akan mengecek atau scan untuk memastikan bahwa pasien terbebas dari sel-sel kanker.

Hanya saja, sembuh dari kanker ini tidak bisa dikategorikan ‘sembuh total’. Pasien tetap harus rutin kontrol, setahun sekali, karena jika tidak sewaktu-waktu bisa kambuh.

“Cuma kita enggak tahu kapan kambuhnya. Tergantung daya tahan tubuh masing-masing pasien kanker itu sendiri,” katanya menekankan.

Defisit, Alasan BPJS Sempat Hentikan Kerja Sama dengan RS Belum Terakreditasi?

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan sepakat memperpanjang kerja sama dengan rumah sakit yang belum terakreditasi. Sebelum adanya kesepakatan ini, beberapa rumah sakit yang belum terakreditasi putus kontrak kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Saat ada pemutusan kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan rumah sakit yang belum terakreditasi ini, banyak yang beranggapan hal itu terkait defisit pada BPJS Kesehatan. Benarkah?

“Kami sampaikan informasi tersebut tidak benar, bukan di situ masalahnya. Sampai saat ini pembayaran oleh BPJS Kesehatan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Direktur Utama Fachmi Idris salam konferensi pers bersama Menteri Kesehatan RI di Gedung Adhyatma Kompleks Kemenkes RI Jakarta pada Senin (7/1/2019).

Di sisi lain, putusnya kerja sama rumah sakit dengan BPJS Kesehatan bukan hanya karena faktor akreditasi semata. Ada juga rumah sakit yang diputus kerja samanya karena tidak lolos kredensialing atau sudah tidak beroperasi.

Dalam proses ini juga mempertimbangkan pendapat Dinas Kesehatan dan/atau Asosiasi Fasilitas Kesehatan setempat dan memastikan bahwa pemutusan kontrak tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat dengan melalui pemetaan analisis kebutuhan fasilitas kesehatan di suatu daerah seperti dikutip dari rilis BPJS Kesehatan yang diterima Health-Liputan6.com. 

Kriteria teknis yang menjadi pertimbangan BPJS Kesehatan untuk menyeleksi fasilitas kesehatan yang ingin bergabung antara lain sumber daya manusia (tenaga medis yang kompeten), kelengkapan sarana dan prasarana, lingkup pelayanan, dan komitmen pelayanan.

Rumah Sakit Putus Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan Bukan Semata Faktor Akreditasi

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengungkapkan, putusnya kerja sama rumah sakit dengan BPJS Kesehatan bukan hanya karena akreditasi. Ada faktor lain yang memengaruhinya.

“Ada rumah sakit berakhir kerja sama dengan kami karena tidak memenuhi syarat kredensial. Jadi, tidak hanya soal akreditasi saja,” jelas Fachmi dalam konferensi pers di Kementerian Kesehatan Jakarta, Senin, 7 Januari 2019.

Syarat kredensialing yakni uji kelayakan atas kriteria teknis yang meliputi sumber daya manusia (SDM), kelengkapan sarana dan prasarana, lingkup pelayanan, serta komitmen pelayanan.

Kriteria tersebut digunakan sebagai bahan penilaian dalam penetapan kerja sama dengan BPJS Kesehatan, jenis dan luas pelayanan yang dikontrak oleh BPJS, besaran kapitasi serta jumlah peserta yang dilayani oleh rumah sakit.

“Jangan sampai pasien tidak dilayani dengan baik,” ujar Fachmi.

Rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan diharapkan berkomitmen memberi pelayanan yang baik kepada pasien. 

Saksikan juga video berikut ini:

Bagaimana dengan operasi caesar bagi wanita yang mau melahirkan, apakah biaya operasi ditanggung BPJS? Saksikan penjelasannya di video ini

10 Kondisi Medis Aneh dan Langka yang Pernah Dialami Manusia (1)

Liputan6.com, Jakarta Masih banyak fenomena di dunia yang terbilang aneh dan misterius. Bidang kesehatan tidak luput dari kondisi medis aneh yang terbilang langka dan tidak biasa.

Beberapa kondisi aneh pada tubuh seperti gerakan tangan yang tidak terkendali atau suara-suara dalam kepala bisa terjadi dan dijelaskan secara ilmiah. Walaupun begitu, terkadang dokter sulit mendiagnosis hal semacam itu.

Mengutip dari Everydayhealth.com pada Senin (7/1/2019), berikut ini lima dari sepuluh kondisi medis aneh yang ada di dunia.

1. Sindrom Yerusalem

Jerusalem Syndrome atau sindrom Yerusalem sering dialami ketika seseorang mengunjungi wilayah tersebut. Kegiatan itu memicu gagasan obsesif tentang agama hingga delusi mesianisme. Beberapa gejalanya termasuk menggunakan jubah putih dan berkhotbah.

“Penderita tanpa kondisi kejiwaan yang sudah ada sebelumnya, biasanya kembali normal dalam lima sampai tujuh hari, mereka akan malu tentang perilakunya dan pulih sepenuhnya,” kata asisten profesor psikiatri dan perilaku manusia di Brown University, Amerika Serikat Christine Montross.

10 Kondisi Medis Aneh dan Langka yang Pernah Dialami Manusia (2)

Liputan6.com, Jakarta Masih banyak kondisi medis aneh yang terkadang membingungkan masyarakat serta ahli kesehatan. Sekalipun bisa dijelaskan secara ilmiah, namun tetap saja beberapa fenomena kesehatan terdengar aneh.

Walau begitu, beberapa kondisi medis yang langka dan aneh memang nyata. Dikutip dari Everydayhealth.com pada Senin (7/1/2019), berikut kondisi medis aneh yang pernah ada di dunia bagian kedua. 

6. Alice in Wonderland Syndrome

Dalam cerita novel karya Lewis Caroll “Alice’s Adventure in Wonderland“, karakter utamanya mengalami transformasi magis. Dia bisa menyusut dan membesar. Hal ini juga dialami oleh beberapa orang dengan kondisi neurologis yang juga disebut Sindrom Todd.

Pasien yang mengalami sindrom ini biasanya akan mengalami migrain yang mengubah persepsi ukuran dan jarak dan bisa bertahan hingga satu jam. Seseorang akan melihat objek atau orang lain menjadi sangat besar, sangat kecil, atau lebih jauh daripada yang sebenarnya.

Pasien juga terkadang mengalami halusinasi, serta kebingungan akan waktu. Biasanya, anak-anak paling rentan mengalami hal ini dan terjadi menjelang tidur.

Usai Liburan Panjang, Jangan Lupa Cek Kolesterol

Liputan6.com, Jakarta Usai liburan panjang akhir dan awal tahun, jangan lupa untuk mengecek kadar kolesterol Anda. Ada kecenderungan kadar kolesterol meningkat usai liburan panjang.

Seperti dilansir New York Times, para peneliti asal Denmark meneliti 25.764 orang di Kopenhagen dengan  usia rata-rata 59 tahun. Semua partisipan diambil darahnya secara rutin untuk menguji kadar lipid. Semua partisipan sudah dipastikan tidak sedang mengonsumsi obat-obatan penurun kolesterol.

Total kolesterol rata-rata dalam kelompok sepanjang tahun adalah 205, sedikit melebihi batas yang direkomendasikan, yaitu 200. LDL rata-rata, atau kolesterol ‘jahat’, adalah 116, tepat di atas level 100 yang dianggap sehat.

Rata-rata LDL (low-density lipoprotein) adalah 116, sedikit melebihi kadar yang dianggap sehat, yaitu 100. Namun, selama tiga tahun berturut-turut pada minggu pertama bulan Januari, kolesterol rata-rata adalah 240, dengan rata-rata LDL mencapai 142.  Pada bulan Juni, kolesterol rata-rata turun jadi 197 dan rata-rata LDL menjadi 108.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal medis Atherosclerosis melakukan pengontrolan terhadap jenis kelamin, usia, indeks massa tubuh, diabetes, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan faktor lainnya.

Saksikan juga video menarik berikut

VEMALE.COM – Ladies, Lebaran sudah usai. Biasanya nggak cuma berat badan yang naik, tapi juga kadar kolesterol. Selain obat, ada 7 makanan alami yang mampu turunkan kadar kolesterol karena terlalu banyak makan santan. Apa saja? — Produced by v…

10 Fakta Limfoma, Kanker Kelenjar Getah Bening yang Pernah Dialami Ustaz Arifin Ilham

Liputan6.com, Jakarta Kanker kelenjar getah bening atau dalam bahasa medis disebut dengan limfoma adalah penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Kanker inilah yang pernah dialami oleh Ustaz Arifin Ilham beberapa waktu lalu.

Kanker kelenjar getah bening sendiri sesungguhnya terdiri dari dua bentuk, yaitu limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin yang keduanya terdiri dari banyak sub-tipe. Tidak hanya itu, masih banyak fakta terkait dengan limfoma yang menyerang Ustad Arifin Ilham tersebut.

Dikutip dari everydayhealth.com dan Klikdokter.com pada Selasa (8/1/2019), berikut ini 10 fakta mengenai kanker kelenjar getah bening.

1. Tidak tahu persis penyebabnya

Dokter Frederick Lansigan dari layanan kanker di Dartmouth-Hitchcock Meedical Center’s Norris Cotton Cancer Center di Lebanon, New Hampshire, Amerika Serikat mengatakan tidak ada yang tahu persis apa penyebab limfoma. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang. Misalnya riwayat keluarga atau penyakit autoimun.

Selain itu, paparan terhadap pestisida, pupuk, pelarut organik seperti benzena adalah faktor risiko dari lingkungan.

2. Limfoma dimulai di sel putih tubuh (limfosit)

Limfosit datang dalam dua jenis sel: limfosit B, yang membuat antibodi dan melawan infeksi, serta limfosit T yang membantu membunuh mikroba, sel tumor, dan mengendalikan sistem kekebalan tubuh.

Limfosit ditemukan di berbagai organ dan jaringan sistem kekebalan tubuh. Termasuk kelenjar getah bening, sumsum tulang, timus, limpa, amandel, dan jaringan limfoid di saluran pencernaan.

Survivor Kanker Kelenjar Getah Bening Bisa Jatuh Sakit karena Penyakit Lain

Pasien kanker jenis apa pun, tak terkecuali kanker kelenjar getah bening, bisa dinyatakan sembuh selama dia mengikuti semua prosedur pengobatan yang disarankan dokter.

“Sembuh di sini bukan sembuh total, ya,” kata Fielda.

“Para survivor yang kita tahu keberadaannya selama ini pun adalah bukti bahwa kanker itu bisa disembuhkan. Sembuh di sini istilahnya survivor,” ujarnya.

Untuk mencapai kata ‘sembuh’ itu, pasien kanker kelenjar getah bening harus menjalani kemoterapi dan radiasi.

“Setelah semua prosedur dijalani, dan dicek (scan) ternyata sudah bebas dari kanker, berarti sembuh, berarti dia survivor,” kata Fielda.

Meski sudah menyandang survivor, tak lantas pasien tersebut bisa bebas begitu saja. Mereka harus kontrol rutin ke dokter yang menangani mereka setiap satu tahun sekali, menjaga pola makan dan gaya hidup. Sebab, yang sudah survivor pun ada kemungkinan untuk kambuh.

“Cuma kita enggak pernah tahu kapan kambuhnya, karena tergantung daya tahan tubuh masing-masing,” katanya.

Fielda mencontohkan salah satu pasien kanker yang pernah dia tangani. Pasien tersebut, kata Fielda, terakhir diradiasi atau disinar sekitar tujuh tahun lalu. Sampai sekarang, pasien tersebut masih hidup dan sehat.

“Ya karena dia rajin setahun sekali kontrol ke dokternya,” ujarnya.

Saksikan juga video menarik berikut:

Ustaz Arifin Ilham secara khusus meminta Ustaz Abdul Somad untuk menerima rekomendasi Ijtimak ulama yang menjadikannya Cawapres Prabowo Subianto.

Kanker Kelenjar Getah Bening atau Limfoma Bisa Sebabkan Meningitis?

Liputan6.com, Jakarta Kanker kelenjar getah bening atau kanker limfoma masuk salah satu kanker yang banyak diidap di Indonesia. Bahkan masuk 10 kanker yang jumlahnya terbanyak di Indonesia. Lalu, apakah benar kanker getah bening bisa memicu meningitis?

Konsutan hematologi onkologi medik, dokter Ronald A. Hukom menjelaskan bahwa sel kanker bisa saja menyebar ke berbagai organ tubuh. Ketika penyebaran sel tumor mencapai ke selaput otak, pasien tersebut memperlihatkan gejala seperti mengalami peradangan selaput otak atau meningitis.

“Sel tumor lainnya, bukan hanya kanker kelenjar getah bening, bila menyebar ke selaput otak, bisa saja gejalanya seperti meningitis,” kata dokter Ronald Hukom dalam pesan teks dengan Health-Liputan6.com pada Selasa (8/1/2019).

Gejala awal meningitis mirip infeksi virus biasa, seperti demam tinggi. Selain itu, sering mengeluh adanya sakit kepala, adanya kekakuan pada leher, penurunan kesadaran, muntah, dan kejang.

Untuk menentukan pasien kanker tersebut mengalami meningitis atau gejala meningitis akibat penyebaran sel kanker ke selaput otak, dokter perlu melakukan pemeriksaan lanjutan.

“Periksa biopsi/situlogi semua daerah dicurigai, apa ada sel tumor di situ karena sel kanker bisa menyebar ke berbagai organ (termasuk selaput otak),” kata Ronald.

Stetoskop Dokter Rentan Tularkan Bakteri Penyebab Penyakit

Para peneliti sendiri menganalisis 20 stetoskop tradisional yang bisa digunakan kembali dan dibawa oleh dokter, perawat, dan terapis pernapasan. Selain itu, juga 20 stetoskop sekali pakai yang digunakan dalam setiap kamar pasien, serta 10 stetoskop sekali pakai yang tidak digunakan sebagai kontrol.

Analisis memperlihatkan, 40 stetoskop yang digunakan di ruang rawat intensif secara signifikan terkontaminasi bakteri. Walaupun begitu, mereka tidak dapat menentukan apakah stetoskop tersebut pernah membuat seorang pasien sakit.

Bakteri Staphylococcus ditemukan di semua stetoskop. Selain itu, setengahnya terkonfirmasi mengandung S. aureus. Dalam jumlah kecil, bakteri seperti pseudomonas dan acinetobacter juga ada di benda tersebut.

Peneliti juga melihat dampak pembersihan pada kontamnisasi. Mereka mengamil 10 sampel dan dibersihkan selama 60 detik menggunakan penghapus hidrogen peroksida. 20 stetoskop menggunakan cara tradisional seperti pembersih alkohol, tisu dengan hidrogen peroksida, dan tisu pemutih yang digunakan untuk durasi yang berbeda.

Semua cara itu memang mengurangi jumlah bakteri. Namun, gagal mencapai tingkat kontaminasi seperti stetoskop baru yang bersih.