Orang yang Sedikit Tahu Biasanya Banyak Bicara

Liputan6.com, Jakarta Arti peribahasa ‘tong kosong nyaring bunyinya’ benar-benar terbukti secara ilmiah. Studi terbaru yang dilakukan di Amerika Serikat membenarkan bahwa orang yang banyak bicara terkadang tidak banyak tahu.¬†

Seperti dilansir dari New York Post, menurut penelitian terbaru diketahui bahwa orang yang banyak bicara cenderung lebih sedikit tahu namun merasa lebih banyak tahu. Hal itu diketahui berdasar polling dari Pew Research Center dan diterbitkan di jurnal Nature.

Penelitian ini sendiri berfokus mengenai makanan yang telah dimodifikasi secara genetik. Makanan ini telah digolongkan aman dimakan dan memiliki sejumlah manfaat pada petani dan prosedur makanan serupa. Bahkan, 88 persen ilmuwan juga mendukung hal ini.

Walau begitu, dalam penelitian ini Pew menemukan hanya 37 persen populasi masyarakat Amerika Serikat yang menggolongkan makanan tersebut aman. Peneliti meminta partisipan untuk memberi peringkat pada pengetahuan mereka tentang masalah ini dan melakukan tes terhadap pengetahuan literasi mereka. Pada penelitian ini, responden yang dites berasal Amerika Serikat, Prancis, dan Jerman.

Mengejutkannya, orang-orang dengan pengetahuan terbatas cenderung memiliki pendapat yang bertentangan dengan pendapat ahli serta fakta ilmiah yang ada. Peneliti menyebut bahwa orang-orang ini menderita sebuah gejala yang bernama ‘illusion of knowledge’.

2 dari 2 halaman

Pendapat jauh dari data

Ilustrasi berdebat (dok. Pexels.com/Putu Elmira)

Pendapat ekstrem dari orang-orang ini berangkat dari informasi yang hampir tak ada, namun mereka percaya bahwa mereka mengetahui hal-hal ini secara baik. Penelitian menyebut bahwa mereka memiliki pendapat yang jauh bertentangan dengan hasil penelitian.

Sebelumnya, topik mengenai hal seperti ini juga tengah hangat diperbincangkan dengan keluarnya buku The Death of Expertise atau Matinya Kepakaran dari penulis Tom Nicholls. Buku ini membahas besarnya keinginan orang-orang untuk mengomentari hal yang sesungguhnya mereka tidak ketahui.

Penulis: Rizky Wahyu Permana/Merdeka.com