Kehebatan Tisu Bervirus yang Dijual Seharga Rp 1 Juta

Dalam sebuah wawancara dengan Time, pendiri perusahaan itu, Oliver Nessen mengatakan ide sederhana ini adalah agar orang bisa memilih waktu untuk sakit. Sehingga, mereka tidak akan mengalami hal yang sama nantinya.

“Misalnya, Anda menyeka hidung dengan tisu Vaev sebelum pergi berlibur dan mengalami flu sebelum perjalanan,” kata Niessen.

Profesor mikrobiologi dan ilmu lingkungan University of Arizona, AS, Charles Gerba mengatakan, ada lebih dari 200 jenis rhinovirus. Itulah mengapa tidak ada vaksin untuk flu. Sekalipun Anda terlindung dari satu jenis, masih ada 199 lain yang dihadapi.

Gerba juga mengatakan, menginfeksi diri sendiri berbahaya. Ini karena tidak ada yang tahu bagaimana tubuh akan bereaksi menghadapi virus.

“Katakanlah memiliki seorang lansia, ketika Anda memberikannya pada mereka, mereka bisa mati karenanya,” ujar Gerba.

Walau aneh, namun perusahaan itu mengklaim sudah menjual seribu tisu sejauh ini. Bahkan, benda tersebut sudah habis secara daring.

“Orang-orang berpikir ini palsu,” kata Niessen. “Tapi tidak.”