Awas, Pasta dan Cokelat Bisa Merusak Kehidupan Seks

Liputan6.com, Jakarta Makanan yang disantap bakal memengaruhi kesehatan, pasti Anda tahu hal itu. Nah, ternyata ada juga beberapa makanan dan minuman yang bisa memengaruhi kehidupan seks. 

Menurut ahli Gizi Lisa Davis, mengonsumsi beberapa makanan terhadap kehidupan seksual pasangan. “Saya sangat percaya bahwa makanan itu sebagai obat,” katanya.

Dalam bukunya berjudul Clean Eating, Dirty Sex, Davis menjelaskan tentang hasil penelitiannya tentang makanan apa saja yang bisa mempengaruhi hormon dan aliran darah. Apabila Anda mengonsumsi makanan manis, berlemak, dan yang sudah diproses, hal itu bisa membunuh hasrat seksual.

Davis mencontohkan gula yang mengganggu aliran darah yang menyebabkan peradangan di kapiler. Ia menulis, pembengkakan ini mengurangi aliran darah ke organ seksual, yang berdampak pada libido dan performa seksual di ranjang.

Lantas, apakah makan es krim di sore hari bisa mengancurkan kehidupan seksual Anda di malam harinya? “Tidak juga,” kata gastroenterolog yang berbasis di Manhattan, Edward Goldberg.

Goldberg memang setuju dengan Davis bahwa diet seimbang menjadi aspek yang sangat penting dari kehidupan seks yang baik. Namun, dia berpikir dorongan seks yang kuat itu lebih ke energi dan rasa kesejahteraan ketimbang akibat langsung dari makan makanan tertentu.

Meski begitu, Goldberg mengimbau orang-orang yang mengkhawatirkan libido mereka untuk mengurangi makanan yang jelas-jelas tidak sehat.

Berikut empat makanan yang menurut Davis tidak sehat untuk kehidupan seks, seperti dilansir NY Post, Sabtu (26/1/2019).

2 dari 4 halaman

1. Wine

Menurut Davis, alkohol di dalam wine menyebabkan dehidrasi, yang dapat menyebabkan seks tidak nyaman bagi wanita.

Ini juga tidak baik untuk pria, karena katanya, alkohol mengurangi kadar testosteron [pada pria], yang dapat menurunkan libido. “Jika Anda sangat mabuk, sulit untuk mengalami orgasme,” kata Davis. 

2. Pasta

Davis mengatakan, pati yang diproses dengan sangat baik, seperti tepung putih, meningkatkan kadar gula darah dan insulin. Hal itu dapat menyebabkan lonjakan dan kehancuran energi dan dapat mengganggu keseimbangan hormon dengan memicu indung telur untuk memproduksi hormon-hormon seks tertentu secara berlebihan, yang menyebabkan komplikasi menyakitkan seperti kista ovarium.

Goldberg lebih peduli tentang”efek jangka panjang dari mengonsumsi karbohidrat seperti diabetes dan obesitas, serta memiliki efek negatif pada aliran darah dan fungsi seks. Menurutnya semangkuk besar spagetti adalah pembunuh suasana hati.

“Merasa sangat kenyang akan membuatmu tidak merasa seksi,” katanya.

Pasta/copyright: unsplash/eiliv sonas aceron

3 dari 4 halaman

3. Makanan cepat saji

Ilustrasi Foto Roti Burger (iStockphoto)

Makanan yang kaya trans-lemak itu mulai dari makanan cepat saji sampai pizza hingga popcorn juga menyakiti organ lain seperti disampaikan Davis.

Lemak yang menyumbat arteri ini, tulis Davis, juga menghambat produksi oksida nitrat dalam tubuh, yang membantu mengontrol aliran darah ke ekstremitas kita. “Jika Anda tidak memiliki cukup oksida nitrat itu, Anda akan memiliki masalah dengan disfungsi ereksi. “

Sedangkan Goldberg mengatakan bahwa penyakit jantung dan aterosklerosis alias penumpukan plak di arteri  dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Namun, itu bukan satu-satunya masalah.

“Jika lemak menyebabkan peningkatan kolesterol atau kerusakan pembuluh darah, ada risiko lebih besar terkena penyakit jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah lainnya sebelum Anda mendapatkan efek negatif pada fungsi seks,” katanya. 

4 dari 4 halaman

4. Kue cokelat

ilustrasi/copyright unsplash.com/Food Photographer Jennifer Pallian

Cokelat sering disebut afrodisiak, tetapi Davis, bila sudah diolah menjadi makanan kaya gula, tentu itu tidak baik.

“Gula adalah yang terburuk,” katanya.

“Dampaknya pada obesitas dan diabetes” – keduanya sangat berdampak sirkulasi darah,” lanjut Davis.

Jadi, apakah cokelat tidak apa-apa? “Ya, tetapi dalam jumlah kecil,”katanya.

Sepakat dengan Davis, Goldberg pun tak mempermasalahkan bila hanya menyantap sedikit kue cokelat. Namun, bila Anda sudah memiliki diabetes atau obesitas, tentu saja memengaruhi fungsi seks. 

“Jika seseorang suka makan sepotong kue cokelat dan itu membuat suasana hati mereka baik, saya tidak melihat ada masalah dengannya.”