5 Penyakit yang Menghantui Saat Banjir

Liputan6.com, Jakarta Intensitas hujan yang tinggi di beberapa wilayah di Tanah Air mengakibatkan banjir. Masyarakat perlu berhati-hati akan penyakit yang bisa ditimbulkan dari banjir.

Dokter UGD dari Johns Hopkins University Center for Health Security, Amesh Adalja menyampaikan, air banjir memiliki tingkat bakteri, virus, limbah, dan parasit yang sangat tinggi.

“Ini dapat menginfeksi Anda jika air banjir masuk ke mulut, mata atau luka yang ada di kulit,” jelas Amesh, dikutip dari Health, Senin, 28 Januari 2019. “Tentunya, jauh berbeda dari jenis air lain yang Anda temui dalam kehidupan sehari-hari.”

Adapun beberapa penyakit yang patut diwaspadai saat banjir, sebagai berikut:

Penyakit gastrointestinal

Salah satu risiko terbesar menelan air banjir adalah menelan bakteri, virus atau parasit yang menyebabkan penyakit pencernaan.

“Sebagian besar infeksi ini mungkin akan sangat jinak dan hanya menyebabkan muntah atau diare. Tetapi gejala-gejala ini juga bisa menjadi parah. Bisa menyebabkan dehidrasi yang mengancam jiwa,” Adalja melanjutkan.

Cryptosporidium, Giardia, E. coli, dan Salmonella adalah beberapa contoh bakteri yang dapat mencemari air banjir serta menyebabkan gangguan perut. Leptospirosis, penyakit yang berpotensi fatal yang menyebar melalui urine tikus, termasuk risiko besar lainnya saat banjir. 

Para ahli juga memperingatkan demam, kolera, dan tipus, yang disebabkan dari air banjir.

Simak video menarik berikut ini:

2 dari 3 halaman

Infeksi kulit

Hingga hari kedua, hujan lebat disertai angin kencang masih terjadi di beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan. (Liputan6.com/ Eka Hakim)

Menelan bakteri bukan satu-satunya hal yang berbahaya akibat banjir. Orang-orang yang terkena banjir juga berpotensi lecet atau luka di tubuh. 

Mereka dapat terinfeksi bakteri dari air banjir, menurut Adalja. Tahun lalu, seorang wanita asal Texas meninggal beberapa minggu setelah tercebur ke air banjir yang diakibatkan Badai Harvey. Ia tertular necrotizing fasciitis, yang juga dikenal sebagai bakteri pemakan daging.

“Jika Anda punya luka atau goresan, cobalah yang terbaik untuk menutupinya. Langsung berikan pertolongan pertama,” ujar Adalja. “Gunakan salep antibiotik jika Anda punya.”

Jika luka tampaknya tidak sembuh atau jika Anda terserang demam, kedinginan dan tanda-tanda infeksi lainnya, segera temui dokter.

Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk

“Masalah lain dengan banjir adalah air banjir bisa menarik nyamuk,” kata Adalja.

Mereka menemukan tempat berkembang biak di puing-puing, yang berfungsi sebagai wadah genangan air. Demam Berdarah Dengue (DBD) bisa dialami seseorang.

3 dari 3 halaman

Penyakit Legionnaires

Foto: Eka Hakim/ Liputan6.com

Bakteri Legionella ditemukan secara alami dalam air. Ketika seseorang menelan atau menghirup tetesan air yang terkontaminasi, mereka dapat tertular penyakit Legionnaires.

Penyakit ini berupa infeksi pernapasan yang menyebabkan batuk, sesak napas, demam, dan kedinginan. Seperti kebanyakan infeksi bakteri, penyakit Legionnaire biasanya dapat diobati dengan antibiotik meskipun terkadang-kadang bisa berakibat fatal, terutama jika tidak diketahui lebih dini.

Legionnaire sering menyebar pada persediaan air minum terkontaminasi atau melalui kolam yang terkontaminasi dan kolam air panas. Tetapi ada juga kasus yang tercatat, orang-orang yang menderita penyakit ini akibat membersihkan air banjir.

Hepatitis

Hepatitis sering dianggap sebagai penyakit yang menyebar melalui hubungan seks atau penggunaan narkoba, tetapi jenis penyakit ini juga dapat ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi. 

Hepatitis A dan E, khususnya dapat berbahaya di daerah yang pernah mengalami banjir. Hepatitis A ada di dalam tinja yang terinfeksi dan paling sering ditularkan melalui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi.

Virus hepatitis E sebagian besar juga ditularkan melalui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi.

Agar paparan penyakit dari air banjir terhindari, Adalja menyarankan, cobalah menghindari paparan mulut, hidung, dan mata ke air banjir.

“Dan tentu saja, menghindari air banjir sama sekali adalah cara yang paling aman. Itulah sebabnya evakuasi biasanya termasuk hal terbaik untuk dilakukan.” 

Jika Anda sakit setelah terkena air banjir, sebutkan gejala Anda ke dokter.